Saturday, March 16, 2013

Tips membeli emas logam mulia

Apabila anda ingin berinvestasi ada baiknya untuk memilih emas batangan atau emas koin (koin dinar), jika hanya untuk dipakai tentunya pilihlah dalam bentuk perhiasan yang anda sukai, tapi jangan kaget, ketika perhiasan anda jual kembali akan mendapat potongan harga dengan alasan model perhiasan sudah kuno.

Berikut beberapa tips ketika membeli emas :
  1. Update Kurs Emas yaitu selalu memantau kurs emas secara update, anda bisa melihat di www.logammulia.com pada pukul 09.30 WIB setiap harinya
  2. Pantau Dua Faktor Penentu yaitu faktor harga emas dunia dan faktor kurs rupiah terhadap dolar. Oleh karena itu disarankan untuk meng-update informasi dua faktor tersebut
  3. Perhatikan Keaslian Emas Keaslian emas dapat anda ketahui pada sertifikat yang diperoleh pada saat transaksi emas batangan (lempengan). Dimana sertifikat tersebut harus dikeluarkan oleh PT.Antam Tbk (khusus di Indonesia) yang berstandar internasional dan telah diakui oleh London Bullion Market Association (LBMA). Untuk sertifikasi asli memiliki nomor seri yang juga terdapat di lempengan emas dengan ukuran sertifikat 5x6 cm.Untuk saat ini yang memiliki nomor seri hanya untuk kepingan di atas 10 gram,yang biasanya diawali dengan dua karakter huruf dan tiga digit angka, untuk ukuran 1 gr hingga 5 gr sudah tidak ada no serinya lagi.Untuk memastikan keaslian emas lempengan, anda dapat melihat logo LM yang berbentuk segi lima dengan huruf LM didalamnya serta terdapat tulisan Fine Gold .9999
  4. Pastikan Kadar Kemurnian Emas, sesuai dengan standar internasional
         Emas 24 Karat (emas murni) berkomposisi 99.99% emas
          Emas 22 Karat berkomposisi 83.3% emas
          Emas 18 karat berkomposisi 75.0% emas
          Emas 16 karat berkomposisi 66.6% emas
  1. Biaya Produksi yang dikenakan berkisar antara Rp 33.500,- sampai dengan Rp 102.000,- / keping emas.Semakin kecil kepingan emas biaya produksinya semakin tinggi begitupun sebaliknya
  2. Simpan Bukti Pembelian dan Bukti Keaslian Emas
Hal ini adalah sebagai bukti keaslian bilamana anda menjual kepingan emas kembali ke tempat Anda memebelinya

Ditemukan Bakteri Penghasil Emas 24 Karat

TEMPO.CO, East Lansing - Peneliti dari Michigan State University menemukan cara menciptakan emas di laboratorium. Pencarian emas kini tak lagi harus dilakukan dengan mengeruk tanah dan merusak alam.
Adalah bakteri Cupriavidus metallidurans yang menjadi kunci resep ampuh tersebut. Bakteri ini sanggup mencerna emas cair beracun--disebut emas klorida--dan menjadikannya emas 24 karat. Proses biokimia tersebut dilakukan dalam waktu satu pekan.
"Bakteri alkimia mengubah material tidak berguna menjadi logam mulia," ujar peneliti mikrobiologi Michigan State University Kazem Kashefi, melalui siaran pers di situs universitas itu.

Dalam laporannya, ia menyebutkan bakteri tersebut bisa membuat emas 25 kali lipat lebih banyak dari perkiraan awal.
Kesuksesan penelitian ini mengingatkan orang pada upaya pencarian benda yang bisa mengubah batu menjadi emas atau dikenal sebagai ilmu alkimia. Bahkan, ilmuwan besar seperti Isaac Newton ikut tergila-gila mencari material sakti ini. Hingga akhir hayatnya, Newton tak kunjung menemukan resep rahasia tersebut.

Dari tangan Kashefi, alat pembuat emas ini berpindah ke tangan pakar seni Michigan State University Adam Brown. Brown menjadikan mesin itu sebagai instalasi seni. Kedua pakar lintas keahlian ini tergabung ke dalam kelompok The Great Work of the Metal Lover.
Perangkat pembuat emas ini ditampilkan pada kompetisi seni maya Prix Ars Electronica di Austria yang berakhir 7 Oktober lalu. Pada pameran, alat ditampilkan sebagai laboratorium portabel terbuat dari perangkat keras bersepuh emas 24 karat, bioreaktor kaca, dan bakteri.
Brown tak sungkan menyebut penelitian ini sebagai bagian dari ilmu alkimia. "Ini adalah neo-alkemi. Perincian proyek ini merupakan persilangan mikrobiologi dan alkimia," ujar dia.
Keinginan peneliti memperbesar skala produksi alat ini terhadang besarnya biaya yang dibutuhkan untuk membuat alat ini. Namun, menurut Brown, alat yang dipamerkan bertujuan menggugah etika. Hasil penelitian ini membuat ketamakan dan kerusakan lingkungan akibat penambangan emas menjadi sesuatu yang absurd.
msu.edu | Anton William
Sumber : TEMPO.CO

Thursday, March 14, 2013

Harga Emas Global Turun


TEMPO.CO, New York - Harga emas berjangka merosot jatuh di bawah US$ 1.700 per troy ounce pada perdagangan Bursa Komoditas New York semalam. Para analis menyalahkan penurunan tajam kali ini akibat aksi short selling yang terjadi di pasar Asia sebelumnya.

Harga emas untuk kontrak bulan Januari merosot US$ 25,2 (1,47 persen) menjadi US$ 1.694,4 per troy ounce. Namun, di pasar Asia siang ini, emas mampu berbalik arah naik US$ 6,8 (0,4 persen) menjadi US$ 1.701,2 per ounce. Penurunan ini merupakan level terendahnya sejak 5 November lalu, menurut data dari FactSet.

Jatuhnya harga emas di pasar global juga menekan harga emas di pasar domestik. Harga emas batangan di logammulia.com hari ini turun Rp 3.000 menjadi Rp 577.200 per gram dibanding harga kemarin Rp 580.200.

“Para investor yang membuat keputusan portofolio pada awal bulan dan akhir bulan, sehingga kadang-kadang kita melihat pasar bergerak lebih besar dari rata-rata pergerakannya,” kata Vedant Mimani, kepala manajer portofolio dari Atyant Capital Global Opportunities Fund.
“Di bulan November, emas gagal melanjutkan reli penguatannya di saat tren bullish,” kata Adam Grimmes, CEO dari Waverly Advisor. “Dengan penurunan ini, kemungkinan akan menjadi tekanan jual yang cukup serius. Ada banyak alasan terhadap aksi jual emas, setidaknya dapat dijelaskan dari sisi teknikal,” ucapnya.
Jatuhnya harga emas juga mendorong turunnya harga komoditas logam lainnya. Perak untuk pengiriman bulan Maret turun 95 sen (2,8 persen) menjadi 32,81 per ounce. Paladium untuk kontrak bulan Maret merosot US$ 8,55 (1,2 persen) ke US$ 682,7 per ounce, serta platinum juga meluncur US$ 30,9 (1,9 persen) menjadi US$ 1.582,9 per troy ounce. Sedangkan harga tembaga naik 0,47 persen menjadi US$ 3,66 per pon.

Investor sering melihat aksi ambil untung pada emas sepanjang tahun ini, dan dampaknya bisa besar seperti saat ini, mengingat emas telah reli sepanjang tahun.
“Tidak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa logam mulia masih manjadi salah satu aset safe haven terbaik yang bisa Anda temukan,” kata Fawad Razaqzada, analis teknikal dari GFT Markets.
“Tetapi, itu tergantung juga dalam kerangka dan waktu apa yang Anda bicarakan, apakah yang ada di pasar fisik atau kertas. Untuk yang alasan kedua, jelas lebih besar dan rentan terhadap aksi jual secara teknis,” dia memaparkan.

Masalah fiscal cliff juga akan menentukan pergerakan emas. Dengan dinaikkannya pajak dan dipangkasnya anggaran belanja, pemerintah Amerika bisa membuat harga emas akan kembali terjun bebas.
Namun, bila fiscal cliff ini dapat dihindari dan kemungkinan Bank Sentral AS (The Fed) akan kembali melanjutkan pelonggaran kuantitatifnya, tidak mustahil harga emas akan kembali menguat.
MarketWatch | VIVA B.K.
Sumber : Tempo.co